Mengenal Komponen SBK dan Komponen SBC
SINGLE BOARD COMPUTER
Single board computer (SBC) adalah komputer dalam sebuah board. Dengan SBC, semua pekerjaan yang membutuhkan komputer dapat dikerjakan dengan baik. Saat ini SBC memiliki memori yang cukup besar dan dilengkapi dengan penyimpanan luar (SD Card atau USB disk). Perangkat ini juga memiliki processor dalam dengan kecepatan hingga mencapai ratusan megahertz sampai gigahertz, bahkan sebagian perangkat single board computer sudah mencapai quad core.
KOMPONEN YANG ADA DI SINGLE BOARD COMPUTER
1. Chip
Merupakan otak dari SBC. Chip ini biasanya berupa System on Chip (SoC) yang menggabungkan prosesor, GPU, memori controller, dan komponen lain. Fungsinya untuk memproses instruksi, menjalankan sistem operasi, dan mengatur kerja seluruh komponen.
2. GPU (Graphics Processing Unit)
Unit pemroses grafis yang menangani tampilan visual, rendering gambar, dan video. GPU penting untuk aplikasi multimedia, tampilan desktop, hingga pemrosesan grafis berat (misalnya AI atau machine learning pada SBC tertentu).
3. Memory (SDRAM)
RAM digunakan untuk menyimpan data sementara yang sedang diproses CPU. Semakin besar RAM, semakin lancar SBC dalam menjalankan banyak aplikasi atau proses yang kompleks.
4. USB 2.0 Ports
Port standar untuk menghubungkan perangkat eksternal seperti keyboard, mouse, flashdisk, atau perangkat tambahan lain. USB 2.0 lebih lambat dibanding USB 3.0, tapi cukup untuk kebutuhan dasar.
5. Video Outputs
Digunakan untuk menampilkan output ke layar monitor atau TV. Biasanya menggunakan port HDMI, micro HDMI, atau kadang DSI. Berfungsi untuk menyalurkan data visual yang diproses GPU.
6. Audio Outputs
Port atau jalur untuk mengeluarkan suara. Bisa berupa jack audio 3.5mm, HDMI (yang membawa sinyal audio), atau output digital lain.
7. Onboards Storages
Media penyimpanan bawaan pada SBC. Bisa berupa eMMC, NAND flash, atau slot microSD. Digunakan untuk menyimpan sistem operasi dan data.
8. Onboards Network
Fasilitas jaringan yang sudah tertanam di papan, seperti Ethernet port atau modul Wi-Fi dan Bluetooth. Fungsinya untuk konektivitas internet dan komunikasi antar perangkat.
9. Low Level Peripherals (GPIO dan interface lainnya)
General Purpose Input/Output (GPIO), I2C, SPI, UART, dan lain-lain. Port ini memungkinkan SBC berkomunikasi dengan sensor, aktuator, atau modul elektronik lain dalam proyek IoT maupun robotik.
10. Power Ratings
Spesifikasi konsumsi daya yang dibutuhkan SBC agar dapat beroperasi normal. Biasanya dinyatakan dalam Volt dan Ampere (misalnya 5V 2.5A).
Sumber daya yang digunakan, umumnya melalui port micro USB, USB-C, atau adaptor DC. Beberapa SBC juga bisa diberi daya lewat GPIO atau PoE (Power over Ethernet).
12. Weight
Berat fisik papan SBC. Meskipun tidak berpengaruh pada performa, berat ini relevan untuk aplikasi portable atau embedded system.
13. Operating System
Sistem operasi yang dapat dijalankan di SBC, seperti Linux (Raspberry Pi OS, Ubuntu, Debian), Android, atau bahkan Windows IoT. OS ini mengatur perangkat keras dan memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi.
SINGLE BOARD CONTROLLER
Single Board Controller (SBC) adalah papan pengendali berbasis mikrokontroler yang dirancang dalam satu papan sirkuit sehingga praktis digunakan dalam berbagai proyek elektronika. Papan ini dilengkapi dengan port input dan output digital maupun analog yang memungkinkan berbagai komponen eksternal seperti sensor, aktuator, dan modul tambahan untuk terhubung dan dikendalikan. SBC sering dipakai dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun industri karena mudah diprogram dan hemat energi. Contoh SBC yang paling populer adalah Arduino dan Raspberry Pi, yang bisa dipakai untuk membuat robot, sistem otomatisasi rumah (smart home), sistem monitoring lingkungan, hingga perangkat Internet of Things (IoT).KOMPONEN YANG ADA DI SINGLE BOARD CONTROLLER
adalah papan uji coba rangkaian elektronik yang memungkinkan penyusunan rangkaian tanpa perlu menyolder. Komponen dan kabel dapat dengan mudah dipasang, dipindahkan, atau dilepas, sehingga sangat membantu dalam tahap eksperimen dan perancangan awal sistem elektronik
2. Kabel jumper
berfungsi sebagai penghubung antar titik pada breadboard atau antara breadboard dengan papan pengendali. Kabel ini ada yang berujung male-male, male-female, maupun female-female, sehingga fleksibel dalam penggunaannya. Tanpa kabel jumper, sulit bagi komponen untuk saling terhubung.
3. Light Emitting Diode (LED)
merupakan lampu kecil yang bekerja dengan energi listrik untuk menghasilkan cahaya. LED sering digunakan sebagai indikator status, misalnya untuk menandakan apakah rangkaian menyala atau sebagai sinyal hasil keluaran dari mikrokontroler.
4. Potensiometer
berfungsi sebagai saklar sederhana yang hanya aktif saat ditekan. Tombol ini sering digunakan sebagai input manual, misalnya untuk menyalakan LED, mengubah mode sistem, atau memberikan perintah langsung kepada mikrokontroler.
6. Servo
adalah motor listrik kecil dengan kontrol presisi pada posisi sudutnya. Berbeda dengan motor biasa, servo hanya dapat berputar pada sudut tertentu (misalnya 0°–180°). Komponen ini sering digunakan dalam robotik, lengan mekanik, dan perangkat otomatisasi yang membutuhkan kontrol gerakan.
5. Modul relay
merupakan saklar elektronik yang dapat dikendalikan dengan tegangan rendah dari mikrokontroler, namun mampu menghubungkan atau memutuskan arus listrik bertegangan lebih tinggi. Relay banyak digunakan pada aplikasi otomatisasi rumah, seperti mengendalikan lampu AC atau perangkat listrik lainnya.
adalah sensor digital yang dapat mengukur suhu dan kelembapan udara. Data yang diperoleh dari sensor ini dapat diproses oleh mikrokontroler untuk aplikasi monitoring cuaca, sistem pendingin otomatis, atau smart agriculture.
7. Modul ultrasonik
bekerja dengan memancarkan gelombang ultrasonik dan mengukur waktu pantulannya untuk mengetahui jarak suatu objek. Modul ini banyak digunakan dalam robot penghindar halangan, sistem parkir mobil, maupun perangkat keamanan.
8. Kabel USB
memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai jalur transfer data antara komputer dengan single board controller, sekaligus sebagai sumber daya listrik untuk menghidupkan papan pengendali. Kabel ini menjadi komponen vital saat proses pemrograman dan pengujian sistem.
9. LED RGB
adalah jenis LED yang terdiri dari tiga warna dasar (merah, hijau, dan biru) yang dapat digabungkan untuk menghasilkan berbagai macam warna. Komponen ini sering digunakan untuk membuat efek pencahayaan yang menarik atau sebagai indikator multi-statu
10. LCD (Liquid Crystal Display)
adalah layar kecil yang berfungsi menampilkan informasi berupa teks, angka, maupun simbol. LCD sangat berguna untuk menampilkan data sensor, status sistem, atau pesan keluaran langsung dari mikrokontroler.
11. Buzzer
merupakan komponen output yang menghasilkan suara. Buzzer biasanya digunakan sebagai alarm, tanda peringatan, ataupun notifikasi sederhana dalam suatu sistem elektronik.
12. Resistor
adalah komponen pasif yang berfungsi membatasi arus listrik. Resistor melindungi komponen lain agar tidak rusak akibat arus berlebih, misalnya dipasang bersama LED untuk menjaga agar tidak terbakar karena tegangan yang terlalu tinggi.
13. Photoresistor (LDR – Light Dependent Resistor)
adalah resistor yang peka terhadap cahaya. Nilai hambatannya akan berubah tergantung intensitas cahaya yang mengenai permukaannya. LDR sering digunakan dalam sistem lampu otomatis yang menyala saat gelap atau sebagai sensor cahaya dalam robot.
Comments
Post a Comment